Berita Sidoarjo
BBKK Surabaya Perketat Pengawasan Penyebaran Virus Nipah dari Luar Negeri Meski Belum Temukan Kasus
SIDOARJO, SURYAKABAR.com – Balai Besar Karantina Kesehatan (BBKK) Surabaya memperketat pengawasan di seluruh pintu masuk wilayah sebagai langkah antisipasi penyebaran virus Nipah.
Pengawasan dilakukan selama 24 jam penuh terhadap seluruh penumpang yang datang dari luar negeri, baik melalui bandara maupun pelabuhan.
Setiap pelaku perjalanan internasional menjalani pemeriksaan kesehatan ketat, termasuk pengecekan suhu tubuh menggunakan alat pemindai suhu atau thermal scanner.
Penumpang dengan suhu tubuh di atas 38 derajat Celsius akan langsung menjalani pemeriksaan lanjutan oleh petugas kesehatan di lokasi.
Kepala BBKK Surabaya dr Rosidi Ruslan mengatakan, langkah ini dilakukan sebagai upaya deteksi dini guna mencegah potensi masuknya virus tersebut ke Jawa Timur. Menurutnya, kewaspadaan ditingkatkan meski hingga kini belum ditemukan kasus virus Nipah di wilayahnya.
“Kami siaga penuh selama 24 jam non-stop di seluruh pintu masuk internasional. Semua penumpang kami skrining. Jika ada yang suhu tubuhnya di atas 38 derajat Celsius, langsung kami lakukan pemeriksaan lanjutan sesuai prosedur,” ujar Rosidi di kantornya, Kamis (5/2/2026) siang.
Selain itu, BBKK Surabaya juga telah menyiapkan skema rujukan medis apabila ditemukan penumpang dengan gejala yang mengarah pada infeksi virus Nipah.
Rumah Sakit Umum Daerah Dr Soetomo Surabaya ditunjuk sebagai rumah sakit rujukan untuk penanganan dan perawatan pasien.
Rosidi menambahkan, sampai Kamis ini pihaknya belum mendapati penumpang yang terindikasi terpapar virus Nipah. Meski demikian, pengawasan tidak akan dikendurkan mengingat mobilitas masyarakat antarnegara cukup tinggi dan berisiko membawa penyakit menular lintas batas.
“Kami memang belum menemukan kasus terindikasi Nipah, tetapi kewaspadaan tetap maksimal. Penjagaan terus kami lakukan tanpa henti untuk memastikan masyarakat tetap aman,” tutup Rosidi. (sat)



