Pendidikan
Rektor UINSA Apresiasi Kemenag Benahi Tata Kelola dan Tingkatkan Kesejahteraan Guru

SURABAYA, SURYAKABAR.com – Kementerian Agama (Kemenag) siap membenahi tata kelola dan meningkatkan kesejahteraan guru madrasah.

Tata kelola dan kesejahteraan guru agama dan madrasah menjadi prioritas Kemenag untuk meningkatkan pendidikan agama dan keagamaan yang unggul dan kompetitif.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemenag Prof Kamaruddin Amin mengatakan, selama ini Kemenag intensif melakukan koordinasi terkait berbagai kebijakan tentang guru dengan Kemenko PMK, Bappenas, Kementerian Keuangan (Kemenkeu), maupun Komisi VIII DPR RI.

“Selama ini yang sudah berjalan seperti kenaikan TPG (Tunjangan Profesi Guru ) dari Rp 1,5 juta menjadi Rp 2 juta. Selain itu, akselerasi sertifikasi guru agama dan madrasah juga mengalami kenaikan tajam pada 2025 dibandingkan tahun-tahun sebelumnya,” ujar Prof Kamaruddin saat rapat kerja Kemenag dengan Komisi VIII DPR RI, beberapa waktu lalu.

Baca Juga:  Fakultas Kedokteran UINSA Surabaya Siap Terima 50 Mahasiswa Baru Angkatan Pertama

Terkait rekrutmen guru non ASN, Kamaruddin menyebut koordinasi dalam proses pengangkatan guru madrasah swasta maupun guru agama di sekolah sangat penting. Sebab, koordinasi akan memudahkan proses pendataan sekaligus afirmasi terhadap mereka.

Menurutnya, guru agama di sekolah tidak hanya diangkat Kementerian Agama. Namun, ada juga yang diangkat yayasan, pemerintah daerah, sekolah kedinasan maupun kepala sekolah.

“Koordinasi sejak awal dalam proses pengangkatan guru agama di sekolah, Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu, dengan Kementerian Agama itu sangat penting. Sebab, itu akan memudahkan pendataan, tata kelola, dan afirmasi,” ungkapnya.

Baca Juga:  Fakultas Kedokteran Unusa Lepas Peserta Fellowship Asal Universiti Sains Malaysia

“Afirmasi itu bisa dalam bentuk pendataan yang tersistem, peningkatan kompetensi guru, dan juga terkait kesejahteraannya yang belakangan ini terus kita upayakan,” sambungnya.

Kemenag mencatat, saat ini masih ada 423.398 guru madrasah yang belum mengikuti sertifikasi guru. Mereka yang eligible akan menjadi prioritas diikutkan Pendidikan Profesi Guru (PPG) tahun ini secara bertahap di LPTK.

Menanggapai hal itu, Rektor UIN Sunan Ampel (UINSA) Surabaya Prof Akh Muzakki MAg GradDipSEA MPhil PhD menegaskan, posisi guru sangat penting bukan saja untuk transmisi ajaran IsIam, namun juga sebagai bagian dari cara bagaimana bangsa ini melakukan penguatan persatuan di antara elemen bangsa yang ada di Indonesia.

“Termasuk, kaitannya dengan bagaimana membangun Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Indonesia serta menguatkan literasi keagamaan,” tegasnya, Senin (2/2/2026).

Baca Juga:  5.000 Siswa SMA-SMK se-Jatim Padati Unesa Day, Nikmati Tour Campus

Prof Muzakki mengapresiasi upaya Kementerian Agama untuk meningkatkan kesejahteraan guru madrasah yang ada di Indonesia, termasuk guru swasta.

Menurutnya, peningkatan TPG misalnya, merupakan solusi konstruktif yang sedang diupayakan Menteri Agama dan Sekjen Kemenag kepada DPR.

“Dalam konteks inilah mari kita semua dukung kebijakan Kementerian Agama. Apa yang diikhtiyarkan Menteri Agama sekaligus juga Sekretaris Jenderal Kementerian Agama di DPR yang selalu mencoba untuk meningkatkan kesejahteraan termasuk mengembangkan kelembagaan madrasah di seluruh wilayah di Indonesia penting untuk kita sambut bersama-sama,” terangnya.

Upaya Kementerian Agama tersebut dinilai sebagai cara strategis untuk memajukan Indonesia, serta umat IsIam di Indonesia melalui sektor penyelenggaraan layanan pendidikan madrasah di Indonesia. Khususnya melalui peningkatan kesejahteraan guru madrasah. (aci)