Berita Sidoarjo
Panen Raya Lele di Luar Tembok, Upaya Pembinaan Kemandirian Warga Binaan Lapas Sidoarjo

SIDOARJO, SURYAKABAR.com – Upaya pembinaan kemandirian warga binaan terus diperkuat Lapas Kelas IIA Sidoarjo. Salah satunya melalui pemanfaatan lahan SAE (Sarana Asimilasi dan Edukasi) di Desa Ketapang, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo.

Program asimilasi di luar tembok ini membuahkan hasil dengan digelarnya panen raya lele yang melibatkan langsung warga binaan.

Dalam panen raya tersebut, sebanyak 50 kilogram lele berhasil dipanen. Ikan lele itu dibudidayakan secara berkelanjutan oleh narapidana yang mengikuti pembinaan keterampilan perikanan, mulai dari proses pembenihan hingga tahap pemeliharaan.

Baca Juga:  Kemensos Dirikan Dapur Umum dan Kirim Bantuan Korban Banjir Pekalongan

Kepala Lapas (Kalapas) Kelas IIA Sidoarjo, Disri Wulan Agus Tomo, menegaskan, panen raya ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan hasil nyata dari proses pembinaan yang terencana dan terukur.

Menurutnya, panen raya ini merupakan hasil dari pembinaan keterampilan perikanan yang dilaksanakan secara terstruktur, mulai dari pembenihan sampai pemeliharaan.

“Tujuannya agar warga binaan memiliki keterampilan nyata yang bisa dimanfaatkan setelah mereka kembali ke masyarakat,” tutur Disri, Senin (19/1/2026).

Baca Juga:  Nilai Ekspor Banyuwangi Tembus Rp 3,9 Triliun di 2025, Jangkau Berbagai Belahan Dunia
Baca Juga:  Pembangunan Kopdes Merah Putih Dikebut, Gedung di Desa Bangah Kecamatan Gedangan Sidoarjo Selesai Tercepat Ketiga Nasional

Ia menjelaskan, pemanfaatan lahan SAE di Desa Ketapang merupakan bagian dari strategi Lapas Sidoarjo dalam menyiapkan warga binaan agar siap menjalani reintegrasi sosial setelah menyelesaikan masa pidana.

“Kami ingin warga binaan tidak hanya selesai menjalani hukuman, tetapi juga memiliki bekal keterampilan yang bernilai ekonomis. Ini menjadi modal penting bagi mereka untuk hidup mandiri dan produktif setelah bebas,” tegasnya.

Selain meningkatkan produktivitas, kegiatan budidaya lele ini juga menjadi sarana penanaman nilai-nilai positif bagi warga binaan, seperti kerja keras, tanggung jawab, dan kemandirian, sebagai bekal penting untuk kembali diterima dan berdaya di tengah masyarakat. (sat)