iForte NDC Surabaya Lahirkan Juara Tim Jaguwar Unesa dan S1 SMAK St Louis 1

SURABAYA, SURYAKABAR.com – Tim Jaguwar dari Universitas Negeri Surabaya (Unesa) dan S1 (S-One) dari SMAK St Louis 1 Surabaya berhasil menjadi juara 1 iForte National Dance Competition (NDC) “Inspirasi Diri” Surabaya.

Untuk regional Surabaya, ajang ini digelar di Ciputra World Surabaya, Sabtu (17/1/2026) malam, dan diikuti 21 grup semifinalis pelajar dan mahasiswa dari Surabaya serta sejumlah wilayah di Jawa Timur, sebagai bagian dari rangkaian seleksi nasional di 13 kota.

Secara nasional, ajang ini menjaring 710 pendaftar dari 220 kabupaten dan kota di seluruh Indonesia. Untuk regional Surabaya, tercatat 73 pendaftar, dengan 21 grup terpilih tampil pada tahap kurasi offline, terdiri atas 11 tim SMA/SMK dan 10 tim perguruan tinggi.

Salah satu peserta dari tim Jaguwar Unesa, yang juga peraih juara kategori perguruan tinggi Adha Wijaya mengatakan, konsep tari kelompoknya diusung dari keseharian mereka berlima, dengan pijakan gerak dari kesenian Ponorogo.

Baca Juga:  Gelar Gandrung Dari Masa ke Masa, Kompetisi Tari Gandrung Banyuwangi Diikuti Ribuan Peserta dari Jawa - Bali

Menurutnya, ia bersama tim dari jurusan Sendratasik dan tergabung dalam satu UKM Reog Laskar Sawunggaling di Unesa ini ingin mengembangkan konsep tradisi budaya lama agar bisa dinikmati generasi muda saat ini.

“Bajunya ini temanya Kerakyatan. Kami latihan 3-4 bulan, yang paling sulit mencari teknis, biar jatuhnya itu halus dan aman. Idenya bareng dari kami berlima, kita kumpulkan dari satu. Soalnya basic-nya teman-teman juga sudah bisa atau aktif,” ujarnya.

Peserta lainnya, yakni Alexandra dari SMAK St Louis 1 Surabaya sekaligus juara iForte NDC kategori SMA/SMK mengakui persiapan timnya banyak mengalami kendala dan waktu di tengah padatnya kegiatan sekolah.

Menurutnya, ia bersama tim harus menjalani latihan ekstra selama dua minggu, dan yang terberat adalah membuat koreografi lagu bebas karena harus kreatif tanpa menghilangkan kesan Nusantara.

Baca Juga:  Unesa Resmikan Ground Floor Modern, Ruang Publik Dilengkapi Berbagai Fasilitas Baru

“Kita menampilkan lagu yang dibawakan iForte, di mana kita harus memberikan sentuhan Nusantara dan kita kreasikan sendiri. Yang kedua kita memberikan lagu bebas dan kita kreasikan lagu kita sendiri dan tentu ada sentuhan Nusantara-nya,” katanya.

Head of Marketing Communication iForte Victor Sihombing mengatakan, ajang ini dirancang sebagai ruang berekspresi generasi muda dengan kewajiban menghadirkan unsur tradisi dalam setiap karya tari.

“Kami ingin memberi ruang bertumbuh bagi pelajar dan mahasiswa untuk berkarya sekaligus menumbuhkan kecintaan pada budaya,” terangnya.

Victor menjelaskan, para peserta menampilkan dua koreografi, yakni tarian wajib menggunakan lagu Inspirasi Diri dan tarian bebas dengan sentuhan Nusantara.

Baca Juga:  Mahasiswa Gen Z Unesa Diajak Lestarikan Seni Budaya Tradisional Wayang Kulit di Kampus

“Penilaian dilakukan berdasarkan tiga aspek, yaitu koreografi, busana, dan konsep kreatif. Dewan juri terdiri dari koreografer dan praktisi tari nasional,” jelasnya.

Victor menilai kualitas peserta di Surabaya relatif merata dan menonjol dalam eksplorasi tradisi. “Yang menarik, setiap grup tetap membawa nuansa budaya. Tidak melulu K-Pop atau modern, tapi ada nilai yang ditampilkan di panggung,” ujarnya.

Dari setiap regional akan dipilih tiga juara. Juara pertama berhak melaju ke grand final nasional di Jakarta pada 25-26 April 2026.

Selain itu, kompetisi ini juga menjadi jalur kurasi awal untuk pagelaran budaya nasional Sabang Merauke yang akan digelar di Indonesia Arena Jakarta pada 21-23 Agustus 2026. (aci)