Berita Sidoarjo
Jelang Perayaan Imlek, Pesanan Kue Keranjang Legendaris di Sidoarjo Meningkat

SIDOARJO, SURYAKABAR.com – Perayaan Tahun Baru China atau Imlek identik dengan kue keranjang. Kue dengan tekstur kenyal dan manis yang juga disebut tie kwe dalam dialek Hokkian ini terbuat dari tepung ketan dan gula.

Salah satu pembuatnya adalah Tok Swie Giok. Perempuan berusia 83 tahun ini merupakan produsen kue keranjang satu-satunya di Kota Delta Sidoarjo.

Menjelang perayaan Imlek seperti saat ini, ia beserta dua anak dan menantunya terlihat sangat sibuk memenuhi pesanan yang datang.

Ruang tengah di rumahnya Jalan Raden Patah Sidoarjo, penuh dengan kue keranjang. Kue-kue tersebut sudah dikemas dan siap diambil pemesannya.

“Usaha kue keranjang ini telah saya mulai sekitar tahun 1980 an. Saat itu, saya dibantu anak-anak menjualnya di daerah Porong,” kenangnya, Senin (16/1/2023) siang.

BACA JUGA:

imlek1

Kue keranjang memang kue musiman. Permintaan biasanya datang sepuluh sampai 20 hari menjelang perayaan Imlek. Dalam sehari, Tok Swie Giok mampu memproduksi sekitar 300 buah kue keranjang. Kue berwarna cokelat itu dijualnya Rp 18 ribu per biji.

Pelanggan tidak hanya dari Sidoarjo dan sekitarnya. Namun sudah meluas hingga ke Bali. “Permintaan tidak hanya datang dari pulau Jawa. Tahun lalu kue keranjang ini juga terbang ke Bali, Jakarta Sulawesi hingga Kalimantan. Namun tahun ini permintaan sedikit menurun,” tuturnya.

imlek2

Tan Tek Swee, anak Tok Swie Giok mengatakan, pembuatan kue keranjang ini butuh waktu yang tidak sebentar. “Bahannya dari ketan dan gula karamel. Lalu dikukus selama 4 jam. Setelah itu dijemur sekitar sepuluh menit agar uap airnya hilang,” jelasnya.

Kue keranjang buatan Tok Swie Giok ini bisa tahan lama meskipun tidak menggunakan bahan pengawet. “Bisa tahan seminggu. Kalau dimasukkan kulkas bisa lebih lama lagi, hingga setahun,” imbuhnya.

Aini salah satu pelanggan mengatakan, kue keranjang buatan Tok Swie Giok lebih empuk dibanding yang lain. “Biasanya saya masukkan ke dalam ronde. Nikmat sekali,” ujar warga Gedangan Sidoarjo ini.

Meskipun berbahan dasar sederhana, tetapi menirunya tidak gampang. Apalagi soal rasa. Buktinya, sejak puluhan tahun hingga kini, di Sidoarjo tidak ada pembuat kue keranjang selain Tok Swie Giok. (sat)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *