Berita Sidoarjo
Harga Cabai Rawit Kian Pedas, Begini Pedagang Makanan Menyiasati

SIDOARJO, SURYAKABAR.com – Harga cabai rawit yang terus melejit hingga Rp 95 ribu per kilogram membuat pedagang makanan di Sidoarjo mengeluh. Namun mereka mempunyai strategi yang berbeda agar tidak merugi.

Ninik (43) misalnya, pemilik warung penyetan di Desa Kludan, Kecamatan Tanggulangin ini terpaksa mengurangi sedikit saja porsi sambalnya. “Yah ini terpaksa. Bila menaikkan harga sangat riskan. Saya kok khawatir pelanggan pergi,” ucapnya, Senin (6/6/2022).

Setiap hari, ia rutin membeli 8 kilogram cabai merah. Ia mengaku heran dengan kenaikan harga cabai. “Sudah dua minggu ini. Naiknya cepet banget. Setiap hari angkanya berubah,” imbuhnya.

BACA JUGA:

cabe1

Hal lain dilakukan pemilik warung makan Ceker Laphindo di Jalan Raya Ponti. Sang pemilik, Budi Wibowo (42) mengatakan, melejitnya harga cabai rawit tersebut memangkas keuntungannya hingga 20 persen. Meskipun demikian ia tidak mengurangi porsi cabai dan belum menaikkan harga.

“Kita lihat seminggu ke depan, kalau harga cabai tetap tinggi ya terpaksa menaikkan harga antara seribu atau dua ribu untuk menu terpedas. Semoga harga cabai tidak tembus di atas Rp 100 ribu,” katanya.

cabe2

Dalam sehari, Budi mengaku menghabiskan 5 kilogram cabai rawit. Ia berharap harga segera turun, karena menurutnya harga cabai rawit yang ideal di kisaran Rp 35 ribu per kilogram.

Sementara itu pedagang di Pasar Baru Porong menjual cabai rawit Rp 95 per kilogram. Tutik, salah satu pedagang mensinyalir tingginya harga cabai dikarenakan permainan tengkulak. “Pasokan cabai rawit berkurang drastis dalam dua minggu ini. Hal itu otomatis membuat harganya melambung,” kata dia. (aha)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *