Olimpiade Tokyo 2020
Duet Pedayung Mutiara Rahma Putri/Melani Putri Lakoni Debut Olimpiade, Jantung Berdetak Cepat dan Gugup

SURYAKABAR.com – Atlet dayung Mutiara Rahma Putri dan Melani Putri melakoni debut olimpiade di nomor Women’s Lightweight Double Sculls di Olimpiade Tokyo 2020 di Sea Forest Waterway, Sabtu (24/7/2021).

Duet Mutiara Rahma Putri dan Melani Putri menempati heat 1 bersaing dengan lawan-lawan tangguh Laura Tarantola/Claire Bove (Prancis), Valentina Rodini/Federica Cesarini (Italia), Mary Reckford/Michelle Sechser (AS), Patricia Merz/Frederique Rol (Swiss) dan Aoife Casey/Margaret Cremen (Irlandia).

Hasilnya, Mutiara Rahma Putri/Melani Putri finis di posisi terakhir. Prancis tampil sebagai pemenang di heat 1, dengan catatan waktu 7 menit 3,47 detik. Italia menempati posisi kedua dengan catatan waktu terpaut 1,19 detik diikuti AS di posisi ketiga.

Seiring hasil itu Prancis dan Italia lolos ke semifinal bergabung dengan Belanda dan Kanada yang menempati dua tempat teratas di heat 2, serta Rumania dan Inggris dari heat 3.

Sementara Indonesia akan melaju ke babak repechage, Minggu (25/7/2021) menghadapi wakil AS, Swiss dan Irlandia, serta peserta lain yang gagal di heat 2 dan 3.

Mutiara mengaku sempat grogi menjelang lomba, karena ini merupakan olimpiade pertamanya. “Jantung saya berdetak sangat cepat, karena ini adalah debut saya. Aku benar-benar gugup, aku gemetar. Apalagi ketika saya melihat lawan lebih besar dan kuat,” ujar Mutiara usai balapan dikutip nocindonesia.

Pedayung berusia 17 tahun itu kini fokus mempersiapkan mental jelang babak repechage.

BACA JUGA:

Pelatih M. Hadris mengakui lawan jauh lebih kuat dan dia tidak memaksa anak didiknya untuk mengejar lawan.

“Ini sangat sulit dengan lawan dari Eropa dan Amerika Serikat. Saya meminta mereka untuk memberikan segalanya di 1.000 meter pertama. Jika mereka tertinggal beberapa jarak, hemat energi untuk repechage. Juga faktor cuaca yang panas. Ini karena kami berlatih di Pengalengan dengan suhu rata-rata 26 derajat. Hari ini suhunya 32 hingga 34 derajat,” tambahnya.

Chef de Mission Team Indonesia, Rosan P. Roeslani yang menyaksikan penampilan Mutiara dan Melani bangga dengan usaha mereka.

“Mutiara masih 17 tahun dan Melani 21 tahun. Mereka adalah aset masa depan kita. Mereka melakukan yang terbaik dan kami sangat bangga dengan mereka. Masih banyak persaingan ke depan, SEA Games, Asian Games, dan Olimpiade berikutnya. Hari ini adalah pengalaman yang baik bagi mereka. Mereka adalah bintang masa depan Indonesia,” kata Rosan.

Rosan terbuka untuk kemungkinan membantu tim dayung berlatih di Amerika Serikat dalam kapasitasnya sebagai Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat.

“Saya telah berdiskusi dengan Budiman (Setiawan, manajer tim) tentang kemungkinan untuk berlatih di Amerika, terutama di Princeton – salah satu yang terbaik di sana. Kami akan coba jajaki kerjasama yang potensial agar mereka bisa berlatih di sana dan itu akan memberikan dampak positif bagi olahraga Indonesia, khususnya dayung,” pungkasnya. (es)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *