Ini Alasan PSBB di Surabaya Raya Diperpanjang hingga 25 Mei 2020

SURABAYA, SURYAKABAR.com – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama tiga kepala daerah Surabaya Raya yakni Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo dan Kabupaten Gresik menyepakati untuk memperpanjang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di tiga wilayah tersebut selama 14 hari.

Kesepakatan tersebut diambil setelah mereka menggelar pertemuan di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Sabtu (9/5/2020).

Awalnya, PSBB di Surabaya Raya akan berakhir, Senin (11/5/2020). Seiring lahirnya keputusan untuk memperpanjang selama 14 hari, maka PSBB gelombang kedua di Surabaya Raya akan berakhir, 25 Mei 2020.

“Tadi kita sudah rapat ada Bu Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, Sekkota Surabaya, Plt Bupati Sidoarjo, Bupati Gresik, dan jajaran Forkopimda Jatim. Disetujui ada perpanjangan PSBB di Surabaya Raya,” kata Khofifah Indar Parawansa di Gedung Grahadi Surabaya, Sabtu (9/5/2020).

BACA JUGA:

Menurut Khofifah, alasan perpanjangan PSBB di tiga wilayah ini, karena beberapa indikator keberhasilan dalam Permenkes 9 tahun 2020 belum tercapai.

“Seperti penurunan jumlah kasus konfirmasi Covid-19, penurunan angka kematian kasus Covid-19, dan adanya penyebaran ke area wilayah baru atau terjadinya transmisi lokal,” jelasnya.

Tanda-tanda PSBB di Surabaya Raya bakal diperpanjang sudah disampaikan Ketua Tim Advokasi PSBB dan Survilans Covid-19 dari Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Unair, dr Windhu Purnomo.

“Berdasarkan kajian, sebagian pasien yang terjangkit Covid-19 memiliki masa penularan lebih dari 14 hari,” kata Windhu Purnomo di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Jumat (8/5/2020).

Dikatakan Windhu, penularan Covid-19 sudah kelihatan polanya. Hanya 30 persen orang-orang yang positif yang masa penularannya hanya 14 hari. Kemudian 35 persen bisa menularkan hingga 21 hari, dan 15 persen masa penularannya 28 hingga 30 hari.

Menurut Windhu, meskipun trend pasien positif Covid-19 di suatu daerah menjadi datar selama dua pekan diterapkan PSBB, jangan dianggap aman, lalu pemerintah menghentikan kebijakan tersebut, dikhawatirkan muncul gelombang penularan kedua. Maka yang paling tepat menurutnya, PSBB diperpanjang selama 14 hari, menjadi total 28 hari. (es)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *