Ekspor Perdana Ikan Patin ke Arab Saudi

SIDOARJO, SURYAKABAR.com – Ikan patin (Pangasius hypophothalmus) merupakan salah satu ikan yang banyak ditemukan di perairan umum seperti sungai, waduk, dan rawa. Ikan ini memiliki sifat yang menguntungkan untuk dibudidayakan, karena pertumbuhannya cepat dan dapat dibudidayakan secara massal.

Produksi patin Indonesia mengalami kenaikan sebesar 22,2% dari 319.966 ton pada 2017 menjadi 391.151 ton pada 2018 dengan sentra produksi utama meliputi Jawa Timur di Tulungagung, Sumatera Utara Kab. Serdang Bedagai, di Riau di Kab Kampar, Jambi Kab. Batanghari, Kab. Muaro Jambi, Sumatera Selatan Kab. Ogan Komering Ulu Timur, Kab. Banyuasin, Kab. Ogan Komering Ilir, Lampung Kab. Lampung Selatan, Kab. Lampung Tengah, Kab. Pringsewu, dan Kalimantan Selatan Kab. Banjar.

“Ini ekspor perdana ikan patin ke Saudi Arabia, ini merupakan pertama kali yang dilakukan Indonesia. Untuk saat ini ini akan diberangkatkan tiga kontainer sebanyak 60 ton,” kata Nilanto Perbowo, Plt. Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan di Puspa Agro Sidoarjo, Senin (27/5/2019).

Pada 2017 total impor catfish global mencapai 640,87 ribu ton dengan pasar utama adalah Amerika Serikat 17 persen, Meksiko 9 persen, China 8 persen, Brasil 7 persen dan Saudi Arabia 5 persen atau sekitar 30 ribu ton yang dipasok dari Vietnam 48 persen dan Myanmar 36 persen.

Pada 2018 total impor catfish global meningkat menjadi 641,31 ton dengan pasar utama Amerika Serikat dan China dengan pangsa masing-masing sebesar 19,0 persen dan 18,97 persen sedangkan Saudi Arabia diperkirakan hanya 0,7 persen (4.503 ton) atau turun 85 persen dibanding tahun 2017 (UN Comtrade, 2019).

“Ikan patin yang diekport ini untuk memenuhi kebutuhan para jemaah haji Indonesia. Ini atas kerja sama pelaku usaha perikanan Indonesia. Mudah mudahan ekpor perdana ini bisa disusul dengan ekspor selanjutnya dalam jumlah besar Insyaalllah dalam musim haji bisa terpenuhi,” tambah Nilanto.

Penurunan impor patin Saudi Arabia disebabkan berkembangnya isu penyakit dan pencemaran di Sungai Mekong, sehingga Saudi Arabia melarang impor ikan (termasuk patin) dari Vietnam (SeafoodSource, 2018).

Sehubungan potensi produksi dan peluang ekspor patin tersebut, KKP bekerjasama dengan APCI (Asosiasi Pengusaha Catfish Indonesia) dan SMART-Fish Indonesia telah meluncurkan branding.

“Dengan ekpor ikan patin ini pernah dikirim ke beberapa negara lain. Tapi yang paling utama ke Arab Saudi. Karena jumlah jamaah haji dan umroh jumlahnya sangat besar sekali,” terang Nilanto. (wob)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *