Antusias Peserta Pencak Silat Tapak Suci SD dan SMP se-Sidoarjo, Cukup Besar
SIDOARJO, SURYAKABAR.com – Lantai III Gedung Serbaguna SMA Muhammadiyah 2 (Smamda) Sidoarjo, Sabtu (27/4/2019) meriah. Ini seiring digelarnya dua event olahraga Pencak Silat Tapak Suci Open Tournament untuk SD dan SMP se-Sidoarjo dan futsal untuk kategori siswa SMP.
“Event pencak silat Tapak Suci ini kami gelar dua tahun sekali. Tahun ini kami bekerja sama dengan Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) SMA Muhammadiyah Sidoarjo. Kegiatannya tidak hanya olahraga saja tetapi juga ada seni termasuk fotografi,” kata Wigatiningsih, Ketua Pertandingan Pencak Silat Tapak Suci Open Tournament 2019 antar-SD dan SMP se-Sidoarjo menjawab suryakabar.com, Sabtu (27/4/2019).
Tahun ini peserta pencak silat Tapak Suci mencapai 480 siswa dari SD dan SMP. “Antusias peserta begitu besar,” imbuhnya.
Menurut Wigatiningsih yang juga Kepala Sekolah SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo ini, event ini tidak semata-mata mencari juara, karena untuk merebut juara perlu proses sangat panjang.
“Kami ingin memberi pendidikan kepada anak-anak terutama pelajar SD dan SMP untuk menjadi juara tidak datang tiba-tiba. Perlu proses yang sangat panjang. Orang-orang yang sekarang menjadi atlet pesilat juara nasional, internasuonal itu kan juga tidak datang tiba-tiba menjadi juara, tetapi dia merangkak mulai dari kecil dari dasar sampai dengan dia cukup kuat untuk menjadi juara,” urainya.

Tujuan lain seiring digelarnya event ini yakni untuk melatih mental anak-anak pemula, karena tidak mudah tampil di gelanggang disaksikan banyak penonton.
“Anak-anak itu sesungguhnya tampil saja, bagi kami sudah menjadi juara. Mereka tampil dihadapan banyak penonton. Yang ikut 480 siswa yang mengikuti ayahnya ibunya, jadi secara mental kita ingin bangun anak-anak itu bermental juara,” paparnya.
Event ini sekaligus menjadi terobosan untuk mewadahi anak-anak usia dini yang memiliki bakat di cabang olahraga pencak silat. “Tidak banyak event pencak silat usia dini yang diselenggarakan instansi swasta maupun pemerintah lewat Dispora maupun KONI. Nah ini sesungguhnya wadah yang luar biasa untuk memupuk, membina, menumbuhkan talenta anak-anak sejak dini dan juga silaturahim antar-sesama,” jelas pendekar muda ini.
Pada bagian lain, Wigatiningsih berpesan agar talenta-talenta usia dini ini tidak mudah putus asa. “Jangan mudah putus asa, kesuksesan harus selalu dimunculkan. Karena juara tidak datang tiba-tiba, maka harus dimulai dari sekarang untuk menjadi pribadi yang tangguh baik fisik maupun mental. Menjadi remaja masa depan luar biasa, karena kesuksesan itu tidak harus dipupuk dari akademik saja, siapapun bisa menjadi sukses berdasarkan kemampuan masing-masing,” tandasnya. (es)