Liga Mahasiswa Futsal 2018
Futsal Putra Unesa Juara Liga Mahasiswa Subregion Surabaya
SURABAYA, SURYAKABAR.com – Tim futsal putra Universitas Negeri Surabaya (Unesa) merebut juara Liga Mahasiswa (LIMA) Futsal: McDonald’s East Java Conference – Subconference Surabaya 2018. Ini setelah di final, Unesa menang 4-1 atas tuan rumah Universitas Surabaya (Ubaya) di Ubaya Sports Center Surabaya, Sabtu (27/10/2018) malam.
Mengawali pertandingan, Ubaya menurunkan paketan tim pemain pertama, Singgih Romana Jati, Januar ‘Ayik’ Nur Arrizal Saifullah, Riky Dian Garmendra, Richard Arbed Andersen dan kiper Nurman Nadzif Ardianto.
Unesa mengimbangi dengan menurunkan tim paketan pertama juga yakni Muhammad Affifudin Nur Lutfillah, Ghulam Zaky Ismail, Akhmad Al Barezi, Gusti Candra Dwi Satria Putra dan kiper Mahardhi ‘Kecap’ Mochammad Djoyonegoro.
Terkuras penampilan di semifinal, stamina pemain Ubaya menurun di laga final ini. Beberapa kali terjadi salah umpan maupun lepas kontrol. Kecepatan permainan Ubaya nyaris tidak muncul di laga final. Sepanjang babak pertama Singgih dan Ayik terus dimainkan.
Pertandingan baru berjalan 29 detik, Akhmad Al Barezi membawa Unesa unggul 1-0. Kecolongan gol cepat, Ubaya mengambil inisiatif menekan. Unesa memilih menunggu sambil melambankan tempo permainan. Tim asuhan David Agus Priyanto ini mempercepat aliran bola begitu melihat ada celah di pertahanan Ubaya.
Begitu kehilangan bola, pemain Unesa langsung mengambil posisi di daerah merapatkan pertahanan. Ini membuat Singgih Romana Jati dkk kesulitan membongkar solidnya pertahanan Unesa.
Lebih sering ditekan, Unesa justru mendapat peluang lewat tendangan bebas hanya beberapa meter di luar sirkle.
Peluang ini dimaksimalkan M Affifudin menit 12. Tendangan pemain Buana Mas FC Surabaya ini menembus tembok pemain Ubaya dan kiper Nurman gagal membendung tendangan keras tersebut sehingga mengubah kedudukan menjadi 2-0 untuk keunggulan Unesa.

Upaya Ubaya mengejar ketinggalan gagal terwujud hingga babak pertama berakhir.
Memasuki babak kedua, Unesa kembali melancarkan tekanan. Pertandingan babak kedua baru berlangsung 26 detik, Unesa mencuri gol cepat melalui Gusti Candra memaksimalkan set piace tendangan penjuru.
Unggul tiga gol pemain Unesa makin menikmati pertandingan. Ubaya pun tak kenal putus asa. Gempuran terus dilancarkan. Akhirnya gol yang ditunggu-tunggu datang menit 35 lewat tendangan Januar ‘Ayik’.

Lahirnya gol ini membuat pertandingan kembali hidup. Namun, kerja keras Singgih Romana Jati dkk untuk menambah gol gagal terwujud. Malahan, Ubaya kebobolan lewat serangan balik cepat Akhmad Al Barezi menit 39.
Kesempatan kembali didapat Ubaya untuk menipiskan ketinggalan, setelah Ghulam Zaky mendapat kartu kuning kedua atau kartu merah tidak langsung menit 39. Unggul jumlah pemain, Ubaya terus menekan tetapi gagal mencetak gol. Hingga pertandingan berakhir, skor 4-1 untuk kemenangan Unesa.
“Kami apresiasi semangat anak anak di laga final ini. Anak-anak main sesuai instruksi. Kami langsung menekan begitu kick off. Itu yang membuat kami bisa mencuri gol cepat di awal babak pertama maupun babak kedua,” kata David Agus Priyanto, Head Coach Unesa menjawab suryakabar.com usai pertandingan.
Menurut David, dia sudah mempelajari permainan Ubaya. “Meskipun mereka memiliki 15 pemain, namun mereka hanya memiliki satu paketan tim, sedang kami memiliki dua paketan tim. Kami memaksimalkan rotasi dan itu membuahkan hasil positif,” imbuhnya.
Menurunnya stamina pemain Ubaya membuat organisasi pertahanan tim asuhan Marthin Setiabudi keropos. “Kami manfaatkan organisasi pertahanan mereka yang kurang bagus,” tandasnya.
Seiring sukses ini, Unesa mewakili Subregion Surabaya tampil di putaran final di Jakarta, 7-16 Desember 2018. Selain Unesa tim lain dari Jawa Timur yang lolos ke putaran final yakni Universitas Brawijaya (UB) Malang. UB merebut tiket lolos ke putaran final sebagai juara Subregion Malang.
Sementara pada perebutan peringkat ketiga, Universitas Narotama menang 4-3 atas Universitas Airlangga. (es)