Bakso Prasmanan Pak Satuman Habiskan 3-4 Kwintal Daging Perhari

SIDOARJO, SURYAKABAR.com – Bakso merupakan makanan paling popular di Indonesia yang mempunyai penggemar tersendiri. Hampir di setiap tempat ditemui bakso, baik yang dijual keliling ataupun menetap. Makanan berkaldu ini tidak membosankan. Apalagi jika dinikmati saat hujan seperti sekarang ini.

Di Sidoarjo terdapat bakso Pak Satuman yang dibuat dengan konsep prasmanan. Dengan seperti ini, jangan heran bila di jam-jam sibuk seperti saat makan siang, pengunjung harus antri untuk menikmatinya. Ditambah lagi dengan varian rasa dan bentuk, bakso Pak Satuman memiliki ciri khas dibandingkan dengan warung bakso lainnya.

Bakso sangat identik dengan pentolnya. Bentuk bulat dan berbahan utama daging sapi ini ditangan Pak Satuman pentol divariasi menjadi 12 macam. Di antaranya keju, mercon, telur, bakso urat, kerikil, ranjau, jamur, jagung dan lain-lain. Harganya pun bervariasi mulai Rp 3.500, Rp 7.500, hingga Rp 25.000 per bijinya.

Satuman merintis usaha bakso sejak 1986 dimulai dengan gerobak yang didorong dari kampung ke kampung di wilayah Kecamatan Tulangan. Berkat usaha kerasnya kini warung bakso ini, memiliki cabang di tempat lain seperti di Tulangan, Perum Taman Jenggala Larangan, Candi, Tanggulangin, Gelam, dan di stand Transmart Sidoarjo.

“Saya memulai jualan bakso pertama kali dengan gerobak dorong pada 1986. Perlahan saya kumpulkan uang untuk membeli bedak. Saat itu yang kami sajikan hanya satu varian saja,” kata Satuman kepada suryakabar.com di warungnya di Perum Taman Jenggala Larangan Candi Sidoarjo, Senin (7/1/2019).

Tak hanya tampilannya yang sedap dipandang mata, rasa baksonya juga sangat terasa, dan sangat nendang, karena terbuat dari daging sapi. Bila dinikmati rasa baksonya rasa daging mampu menggoyang lidah. Selain itu tidak harus mengeluarkan uang yang banyak.

“Kami jual bakso seporsi mulai Rp 12 ribu, hingga Rp 25 ribu, itu hanya bakso saja. Kalau pembeli ingin lebih lengkap ditambahi gorengan, hanya tambah Rp 1.500 perbiji,” tambah Satuman.

Uniknya, cara penyajian bakso tergolong berbeda dengan warung bakso yang lain. Warung bakso ini disajikan berkonsep prasmanan, sehingga pembeli dapat menyiapkan baksonya sendiri. Pembeli bisa leluasa memilih jenis varian bakso yang sudah tersedia.

“Dengan konsep seperti ini agar pembeli merasa puas. Selain puas merasakan bakso yang enak, juga puas memilih menurut seleranya masing-masing,” terang Satuman.

Ditanya berapa kilogram daging yang dihabiskan setiap harinya, Satuman (58) hanya berucap “Kalau saat ini setiap harinya untuk membuat bakso menghabiskan 3,5 sampai 4 kwintal daging sapi,” jelas Satuman.

Salah satu pengunjung, Dwi Julianti (23) warga Sidokare Sidoarjo mengaku sering datang ke warung bakso Satuman. “Kami bersama teman-teman sering datang ke warung ini, selain rasanya mantap, bisa melayani sendiri sesuai keinginan,” kata Dwi.

Di tempat yang sama Nurul (25) warga Sidoarjo mengatakan, makanan berkah yang paling disukai adalah bakso. Warung ini sangat cocok buat sekeluarga. Dalam sebulan 7 hingga 8 kali mampir di warung ini.

“Rasanya nikmat sih mas, jadi dalam sebulan sampai 7 hingga 8 kali makan bakso ini,” tandas Nurul.

Satuman saat ini sedang popular di Sidoarjo. Pasalnya beberapa waktu lalu, keluarga Satuman menyebarkan uang dari atap rumah sebagai rasa syukur mengisi rumah putra ke tiganya. (wob)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *