Atlet Berkuda Asal Sidoarjo Dirikan Sekolah Berkuda Yussar Horse Club

SIDOARJO, SURYAKABAR.com – Olahraga berkuda bagi sebagian orang adalah olahraga mahal. Harga kuda mencapai ratusan juta rupiah, membuat sangat sedikit orang menekuninya.

Image inilah yang ingin ditepis Zahlul Yussar, atlet berkuda Jawa Timur asal Desa Ketegan Kecamatan Tanggulangin Sidoarjo. Menurut Zahlul, olahraga berkuda banyak mengeluarkan uang, namun lumayan menjanjikan kalau ditekuni terlebih lagi kalau sampai juara.

Di cabang olahraga berkuda ada beberapa nomor yang diperlombakan salah satunya nomor equestrian.

Nomo equestrian ada banyak aspek yang perlu dikuasai. Salah satunya kemampuan menggabungkan kemampuan seni berkuda dan kekuatan joki. Equastrian adalah seninya olahraga berkuda. Berbeda dengan kuda pacu, equastrian memerlukan keserasian gerakan kuda sesuai musik yang mengiringi.

Hal inilah yang membuat Zahlul Yussar mendirikan Yussar Horse Club di Desa Balongdowo Kecamatan Candi Sidoarjo. “Saya ingin mengubah image di masyarakat, kalau olahraga berkuda ini olahraga yang mahal. Di sini bisa ikut gabung dulu urusan kuda nanti dipikir belakangan,” ujar Zahlul kepada suryakabar.com, Rabu (24/10/2018).

Sekolah berkuda Yussar Horse Club berdiri tiga tahun lalu dan kini memiliki delapan kuda tunggangan dan 40 atlet dari berbagai kota. Atlet-atletnya sering menjuarai event equestrian di berbagai kota.

Zahlul tidak membantah harga kuda mahal, sehingga Zahlul terpikir membuat sekolah berkuda, karena olahraga ini masih jarang diminati. Selain itu saat ini minim lahirnya bibit-bibit atlet berkuda tunggangan.

“Siapa saja yang ingin menjadi atlet kuda tunggangan, silakan bersekolah ke Yussar Horse Club di Desa Balongdowo Kecamatan Candi Sidoarjo. Tidak perlu membawa kuda. Yang penting, niat kepingin menjadi atlet,” tambah Zahlul.

Zahlul (21) pemuda asal Desa Ketegan Kecamatan Tanggulangin Sidoarjo ini merupakan atlit berkuda equestrian Jawa Timur, sering mengikuti event-event internasional. Dia baru saja mewakili Indonesia di Asian Games 2018, meskipun gagal menyumbangkan medali untuk Indonesia.

Kegagalan demi kegagalan dijalani Zahlul, namun dia tidak putus asa. Dia baru saja menjuarai event kejuaraan berkuda D’Paragons Competition di Jogjakarta, Oktober ini.

Pada event itu Zahlul meraih tiga medali, Prelimenary Open bronze medal, Show Jumping 90 Cm gold medal, dan Show Jumping 90 – 100 Cm gold medal.

“Meskipun kemarin baru datang dari Jogjakarta dan hasilnya sangat memuaskan, hari ini langsung latihan karena selain persiapan PON 2020 di Papua, bulan depan ada kejuaraan lain di Banten dan mewakili Indonesia di kelompok umur 21 ke Dubai,” terang Zahlul.

Pada PON Papua 2020, Pordasi Jawa Timur menargetkan emas. Oleh karena itu dirinya mempersiapkan diri dengan berlatih dan mengikuti kejuaraan di tingkat nasional maupun internasional. (wob)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *